Profil Gubernur DKI Jakarta (Suwiryo 1945 - Jokowi 2013)


1.   Suwiryo (1945-1947 dan 1950-1951)

Raden Suwiryo (lahir di Wonogiri, 17 Februari 1903 – meninggal di Jakarta, 27 Agustus 1967
pada umur 64 tahun) adalah seorang tokoh pergerakan Indonesia. Beliau juga pernah menjadi Walikota Jakarta dan Ketua Umum PNI. Beliau juga pernah menjadi Wakil Perdana Mentri pada Kabinet Sukiman-Suwiryo.


2. Daan Jahja (1948-1950)
Daan Jahja (lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, 5 Januari 1925 – meninggal di Jakarta, 20 Juni 1985 pada umur 60 tahun) adalah Gubernur (Militer) Jakarta dan Panglima Divisi Siliwangi. Ia memainkan peranan penting dalam menumpas aksi Kapten Westerling yang mau merebut kekuasaan negara karena tidak menerima penyerahan kedaulatan Indonesia oleh Belanda tanggal 27 Desember 1949.


3. Syamsurijal (1951-1953)
Sebelum menduduki posisi Gubernur Jakarta, Sjamsuridjal menjabat sebagai walikota Bandung dan Solo. Selain mengkritis permasalahan tanah, kebijakan yang cukup terkenal pada masa kepemimpinannya adalah permasalahan listrik. Tak hanya itu, berbagai permasalahan seperti air minum, pelayanan kesehatan dan pendidikan turut diprioritaskan.


4. Sudiro (1953-1960)
Pria kelahiran Yogyakarta, 24 April 1911 ini mengeluarkan kebijakan pemecahan wilayah Jakarta menjadi tiga kabupaten yaitu Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Ia juga yang mengemukakan kebijakan pembentukan Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Kampung (RK) yang kemudian menjadi Rukun Warga (RW). Ia meninggal pada tahun 1992.


5. Dr.Soemarno Sosroatmodjo (1960-1964 dan 1965-1966)
Pada masa kepemimpinannya, selain dibangun Monas, Patung Selamat Datang, dan Patung Pahlawan di Menteng, juga dibangun rumah minimum. Konsep rumah minimum ini adalah rumah dengan luas 90 meter persegi, dibangun di atas tanah 100 meter persegi, terdiri dari dua lantai, lokasinya dekat dengan tempat kerja. Proyek pertama rumah minimum dibangun di Raden Saleh, Karang Anyar, Tanjung Priok, dan Bandengan Selatan.Setelah selesai masa baktinya, Soemarno menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. 



6. Henk Ngantung (1964-1965)
Hendrik Hermanus Joel Ngantung nama lengkapnya. Lahir di Manado, tahun 1921 - Wafat di Jakarta, 12 Desember 1991.Sebelum menjadi Gubernur Jakarta,Henk dikenal sebagai pelukis tanpa pendidikan formal. Bersama Chairil Anwar dan Asrul Sani, ia ikut medirikan "Gelanggang". Henk juga pernah menjadi pengurus Lembaga Persahabatan Indonesia-Tiongkok 1955-1958. Henk juga merupakan seorang pelukis dan budayawan dari organisasi Lekra yang pada saat itu berafiliasi ke PKI. Sebagai pengurus Lekra ia juga memprkarsai berdirinya Sanggar Gotong Royong.


7. Ali Sadikin (1966-1977)
Lahir di Sumedang, Jawa Barat, 7 Juli 1927 – meninggal di Singapura, 20 Mei 2008 pada umur 80 tahun. Beliau akrab disapa oleh penduduk Jakarta dengan panggilan Bang Ali sementara istrinya, Ny. Nani Sadikin, seorang dokter gigi, disapa Mpok Nani.Di bawah kepemimpinannya Jakarta mengalami banyak perubahan karena proyek-proyek pembangunan buah pikiran Bang Ali, seperti PRJ, Taman Ismail Marzuki, Kebun Binatang Ragunan, Proyek Senen, Taman Impian Jaya Ancol, Taman Ria Monas, Taman Ria Remaja, kota satelit Pluit di Jakarta Utara, pelestarian budaya Betawi di kawasan Condet, dll. Salah satu kebijakan Bang Ali yang kontroversial adalah mengembangkan hiburan malam dengan berbagai klab malam, mengizinkan diselenggarakannya perjudian di kota Jakarta dengan memungut pajaknya untuk pembangunan kota, serta membangun kompleks Kramat Tunggak sebagai lokalisasi pelacuran. Di bawah kepemimpinannya pula diselenggarakan pemilihan Abang dan None Jakarta. 


8. Tjokropranolo (1977-1982)
Lahir di Temanggung, Jawa Tengah, 21 Mei 1924 – meninggal di Jakarta, Indonesia, 22 Juli 1998 pada umur 74 tahun atau lebih akrab dengan panggilan Bang Nolly.Selama dia menjabat gubernur, ia sering mengunjungi berbagai pabrik untuk mengecek kesejahteraan buruh dan mendapatkan gagasan langsung tentang upah mereka. Usaha kecil juga menjadi perhatiannya.


9. R. Soeprapto (1982-1987)
Lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 12 Agustus 1924 – meninggal di Jakarta, 26 September 2009 pada umur 85 tahun.Soeprapto membuat Master Plan DKI Jakarta untuk periode 1985 - 2005, yang sekarang dikenal dengan Rencana Umum Tata Ruang dan Rencana Bahagian Wilayah Kota.


10. Wiyogo Atmodarminto (1987-1992)
Boleh di bilang di era Gubernur Wiyogo konsep BMW (Bersih, Manusiawi dan berWibawa) dicanangkan di jakarta. Strategi ini tak sepenuhnya berhasil. Masih banyak sampah berserakan dan masih banyak ketakpedulian pada sesama. Pria kelahiran 22 November 1922 ini lebih banyak berkunjung ke berbagai tempat di Jakarta dari pada harus diam saja. Bang Wi, begitu ia dikenal, terkenal sebagai orang yang berpikiran terbuka dan disiplin. Ia peduli terhadap masalah yang melanda Kota Jakarta, misalnya mengurus masalah becak.


11. Soerjadi Soedirdja (1992-1997)
Lahir di Jakarta,11 Oktober 1938. Di era '90-an, Surjadi Soedirdja berperan dalam proyek pembangunan rumah susun, menciptakan kawasan hijau dan memperbanyak daerah resapan air. Tapi banyak juga proyeknya yang belum terwujud sampai sekarang, misalnya proyek subway dan jalan susun 3 (triple decker). Yang jelas, Surjadi berhasil membebaskan Jakarta dari becak.


12. Sutiyoso (1997-2002 dan 2002-2007)
Lahir di Semarang, 6 Desember 1944. Akrab dengan panggilan Bang Yos.Jabatan lain yang dipegang oleh Sutiyoso ialah Ketua Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) periode 2004 - 2008. Juga sempat membina Persija Jakarta. Pada 15 Januari 2004, ia meluncurkan sistem angkutan massal dengan nama bus TransJakarta atau lebih populer disebut Busway sebagai bagian dari sebuah sistem transportasi baru kota. Setelah sukses dengan Koridor I, pengangkutan massal dikembangkan ke koridor-koridor berikutnya. Ia juga mencetuskan mengembangkan sisten transportasi kota modern juga segera melibatkan subway dan monorel (belum terlaksana).


13. Fauzi Bowo (2007-2012)

Doktor Ingenieur dari Fachbereich Architektur/Raum Und Umweltplanung-Baungenieurwesen, Universitat Kaiserlautern, Jerman, 2000, ini seorang pekerja keras dan disiplin. Akrab disapa Bang Foke.Lahir di Jakarta, 10 April 1948. Di era kepemimpinan beliau,Jakarta memang tak lepas dari masalah peliknya yaitu banjir dan macet. Namun beliau tetap berprinsip memajukan kota Jakarta sebagai kota yg nyaman sampai masa tugasnya selesai.


14.    Joko Widodo (2012-2017)
Ir. H. Joko Widodo (lahir di Surakarta, 21 Juni 1961; umur 51 tahun), atau yang lebih akrab dipanggil Jokowi, adalah Gubernur DKI Jakartaterhitung sejak tanggal 15 Oktober 2012. Sebelumnya, Jokowi menjabat Wali Kota Surakarta (Solo) selama dua periode, 2005-2010 dan 2010-2015, namun baru 2 tahun menjalani periode keduanya, ia mendapat amanat dari warga Jakarta untuk memimpin Ibukota Negara. Dalam masa jabatannya di Solo, ia didampingi F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil walikota. Ia dicalonkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

0 comments:

Post a Comment

Sarsyifa's World

Translate

Google+ Badge